Maluku (Ambon)
Kita akan mencoba melihat kasus Ambon yang juga berskala besar pada
tahun-tahun awal reformasi. Pertikaian yang membawa ribuan korban itu
bermula dari isu etnis yang kemudian berkembang menjadi isu keagamaan
sehingga tidak kunjung selesai hingga hari ini. Sebelum terjadi konflik,
praktis kehidupan ekonomi di Ambon dikuasai oleh tiga etnis yaitu
Buton, Bugis, dan Makassar, yang notabene merupakan etnis pendatang dari
Sulawesi, sementara itu orang Ambon sendiri kurang memiliki peranan
dalam bidang ekonomi. Keadaan demikian mudah saja kita mengerti bila
menimbulkan konflik antar etnik. Sebab pertama mungkin adalah timbulnya
deprivasi orang Ambon dimana mereka merasa kalah di tanah sendiri oleh
pendatang. Sebab kedua, munculnya prasangka mayoritas-minoritas.
Prasangka muncul karena etnis Buton, Bugis, dan Makassar sebagai
minoritas menguasai perekonomian di Ambon.
Penyebab pertentangan etnik
Dari kedua naskah diatas dapat diambil kesimpulan penyebab pertentangan etnik, yaitu:
Etnosentris yang berlebihan
Terjadi perebutan sumber daya alam yang mewujudkan persaingan antar etnis
Kesenjangan ekonomi antara etnis asli dengan etnis pendatang yang
menimbulkan kecemburuan sosial. Dalam hal ini tampak bahwa etnis
pendatang lebih maju dan mulai membentuk kelompok eksklusif.
Deprivasi etnik asli yang merasa kalah dengan pendatang
Adanya prsangka etnik yang menyebabkan generalisasi yang berlebihan dan
salah dan prejudice etnik mayoritas di daerah tertentu dikalahkan oleh
etnik minoritas.
Solusi
Meningkatkan kualitas kehidupan kita. Dengan menyadari adanya beragam budaya maka kita bisa lebih humanis.
Diversitas (keberagaman) merupakan suatu hal yang tidak terhindarkan.
Keberagaman tersebut menuntut untuk terjalinnya toleransi antar etnis
sehingga diskriminasi etnis tidak akan terbentuk
Kehidupan ekonomi semakin mengglobal dan mengharuskan terjalinnya
hubungan dengan berbagai orang dengan latar belakang budaya yang
berbeda. Mulai menerima untuk bekerjasama dengan etnis lain untuk
memajukan perekonomian tanpa adanya diskriminasi etnik.
Menurunkan stereotip dan prasangka. Stereotip dan prasangka merupakan
penyebab terjadinya konflik yang pengaruhnya sangat besar karena
streotip dan prasangka akan membuat pemahaman yang salah tentang etnis
tertentu yang pada akhirnya membentuk generalisasi yang merugikan banyak
pihak (semua kelompok etnis) padahal hanya sebagian (sedikit) dari
anggota etnik tersebut yang melakukan perilaku yang merugikan..
Meningkatkan hubungan lebih positif antara etnis mayaoritas dan etnis
minoritas (etnis asli dan etnis pendatang). Dalam hal ini etnis
pendatang mau meneroma etnis pendatang sebagaai bagian dari keluarga
besar Indonesia sedangkan etnis pendatang “tau diri” dengan bersikap
baik dan menghargai etnis asli dan mengikuti norma-norma yang berlaku
dalam budaya yang ada.
Membangun identitas pribadi yang utuh yang mengandung
a) Pengakuan
tehadap warisan budaya etnik,
b) Memandang diri sebagai individu yang
menghargai adanya perbedaan nilai-nilai pada setiap orang.Mengerti
keadaan kognitif diri sendiri (seperti stereotip dan prasangka) untuk
membangun hubungan dengan teman-teman yang berbeda latar belakang
budaya.
Membentuk sikap tenggang rasa, saling menghargai dan bersedia membaur antar etnik tanpa membentuk kelompok eksklusif.
Kamis, 15 Januari 2015
Sabtu, 15 November 2014
Kehidupan masyarakat pedesaan dan perkotaan serta perbedaannya
Kehidupan masyarakat pedesaan dan perkotaan serta perbedaannya
PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat dapat kita artikan luas. Dalam pengartian luas maksutnya adalah keseluruhan hubungan-hubungandalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh factor apapun termasuk lingkungan, maupun bangsanya sendiri.
Dipandang dari segi cara terbentuknya, masyarakat dibagi dalam beberapa hal :
MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan atau lebih enak dipanggil urban community lebih dikaitkan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang sangat berbanding terbalik dengan masyarakat pedesaan.
Berikut ini perbedaan antara masyarakat kota dengan masyarakat pedesaan :
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komisi yang terpisah sama sekali satu dengan yang lainnya. Bahkan dalam keadaan yang sangat wajar sekalipun diantara keduanya terdapat hubungan yang sangat erat cenderung memiliki ketergantungan satu sama lainnya, karena diantara mereka saling membutuhkan. Seiring perkembangan zaman jumlah penduduk masyarakat semakin meningkat tidak terkecuali dipedesaan sekalipun. Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan bersosial, ekonomi, kebudayaan dan juga politik. Namun secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan sepantasnya mengandung 5 unsur yang meliputi:
MASYARAKAT PEDESAAN
Desa adalah kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. Masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga Negara atau anggota masyarakat yang sangat kuat dan mempunyai hakikat didalam dirinya.
Berikut ciri-ciri masyarakat pedesaan :
Demikian penjelasaan tentang perbedaan antara masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan, selanjutnya saya akan menjelaskan tentang beberapa pertentangan social dan integrasi masyarakat. Selamat menyimak..
PERBEDAAN MASYARAKAT KOTA DENGAN PEDESAAN
Kota dan desa merupakan tempat suatu kesatuan penduduk. Kota dan desa memilikiperbedaan yang sangat significant. Yang membuat kota berbeda dengan desa menurut sayaadalah karena perbedaan pola fikir dan sudut pandang yang dianut penduduknya itusendiri. Ada beberapa perbedaan antara kota dan desa diantaranya:
PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat dapat kita artikan luas. Dalam pengartian luas maksutnya adalah keseluruhan hubungan-hubungandalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh factor apapun termasuk lingkungan, maupun bangsanya sendiri.
Dipandang dari segi cara terbentuknya, masyarakat dibagi dalam beberapa hal :
- Masyarakat paksaan
- Masyarakat merdeka,
- Masyarakat nature
- Masyarakat kultur
- Adanya dua orang atau lebih manusia dalam kelompok tersebut dan berada di tempat yang sama.
- Adanya kesadaran dari setiap anggotanya,bahwa mereka bagian dari satu kesatuan.
- Adanya proses interaksi yang cukup lama dimana hasil dari interaksi ini akan tercipta anggota baru yang bisa berkomunikasi serta mampu menciptakan aturan dari setiap anggotanya.
- Menciptakan sebuah kebudayaan dari hasil pemikiran bersama yang disepakati dan menjadi media penghubung dari setiap anggotanya.
MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan atau lebih enak dipanggil urban community lebih dikaitkan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang sangat berbanding terbalik dengan masyarakat pedesaan.
Berikut ini perbedaan antara masyarakat kota dengan masyarakat pedesaan :
- Jumlah dan kepadatan penduduk
- Lingkungan hidup
- Mata pencaharian
- Corak kehidupan social
- Stratifikasi social
- Mobilitas social
- Pola interaksi social
- Solidaritas social
- Kedudukan dalam hierarki administrasi nasional
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komisi yang terpisah sama sekali satu dengan yang lainnya. Bahkan dalam keadaan yang sangat wajar sekalipun diantara keduanya terdapat hubungan yang sangat erat cenderung memiliki ketergantungan satu sama lainnya, karena diantara mereka saling membutuhkan. Seiring perkembangan zaman jumlah penduduk masyarakat semakin meningkat tidak terkecuali dipedesaan sekalipun. Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan bersosial, ekonomi, kebudayaan dan juga politik. Namun secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan sepantasnya mengandung 5 unsur yang meliputi:
- Wisma : unsur wisma merupakan bagian dari ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam dan sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan social dalam keluarga.
- Karya : terdapat syarat yang utama bagi eksitensi dari suatu kota, karena unsur karya merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
- Marga : unsur marga merupakan ruang dari perkotaan yang berfungsi sebagai penyelengara hubungan antara suatu tempat dengan tempat yang lainnya didalam kota.
- Suka : pengertian ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan dan sebagainya.
- Penyempurna : unsur penyempurna ini merupakan bagian terpenting bagi suatu kota.
MASYARAKAT PEDESAAN
Desa adalah kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. Masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga Negara atau anggota masyarakat yang sangat kuat dan mempunyai hakikat didalam dirinya.
Berikut ciri-ciri masyarakat pedesaan :
- Didala lingkungan pedesaan antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan degan masyarakat kota atau urban community bahkan diluar batas dari wilayahnya.
- System kehidupan dipedesaan cenderung berkelompok dengan memperhatikan asas kekeluargaan.
- Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
Demikian penjelasaan tentang perbedaan antara masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan, selanjutnya saya akan menjelaskan tentang beberapa pertentangan social dan integrasi masyarakat. Selamat menyimak..
PERBEDAAN MASYARAKAT KOTA DENGAN PEDESAAN
Kota dan desa merupakan tempat suatu kesatuan penduduk. Kota dan desa memilikiperbedaan yang sangat significant. Yang membuat kota berbeda dengan desa menurut sayaadalah karena perbedaan pola fikir dan sudut pandang yang dianut penduduknya itusendiri. Ada beberapa perbedaan antara kota dan desa diantaranya:
- Nilai sosial pada penduduk
- Tingkat pendapatan
- Kemajuan teknologi
- Nilai budaya
- Jumlah penduduk
Kamis, 06 November 2014
File Service dan Name Service
Skema File Service dan Name Service
1. Jelaskan skema dan contoh proses File Service pada sistem terdistribusi antara client dan server!
2. Jelaskan skema dan contoh proses Name Service pada sebuah sistem terdistribusi!
Jawab:
1. Skemanya adalah sebagai berikut:
Contoh File Service:
-NFS (Network File System)
Network File System
(NFS) merupakan sebuah protokol yang dikembangkan oleh Sun Microsystem
pada tahun 1984 dan NFS didefinisikan dalam RFC 1094, 1813 dan 3530
sebagai DFS yang mengijikan sebuah komputer untuk mengakses file melalui
network serasa akses file di disk local.
Tujuan dari NFS
adalah untuk memungkinkan terjadinya pertukaran sistem berkas secara
transparan antara mesin-mesin bebas tersebut.
-Protokol NFS
NFS umumnya
menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan di atas
UDP dan membuka port UDP dengan port number 2049 untuk komunikasi antara
client dan server di dalam jaringan. Client NFS selanjutnya akan
mengimpor sistem berkas remote dari server NFS, sementara server NFS
mengekspor sistem berkas lokal kepada client.
Mesin-mesin yang
menjalankan perangkat lunak NFS client dapat saling berhubungan dengan
perangkat lunak NFS server untuk melakukan perintah operasi tertentu
dengan menggunakan request RPC.
2. Skemanya adalah sebagai berikut:
Dimana dilakukan Pengaksesan resource pada sistem terdistribusi yang memerlukan:
Nama resource (untuk pemanggilan),
Alamat (lokasi resource tsb),
Rute (bagaimana mencapai lokasi tsb)
untuk mengetahui domain dari nama website yang diakses.
Sehingga, name
Service memiliki konsentrasi pada aspek penamaan dan pemetaan antara
nama & alamat, bukan pada masalah rute, yang dibahas di Jaringan
Komputer. Resource yang dipakai dalam Name Service adalah: komputer,
layanan, remote object, berkas, pemakai.
Contoh penamaan pada aplikasi sistem terdistribusi:
-URL untuk mengakses suatu halaman web.
-Alamat e-mail utk komunikasi antar pemakai.
Contoh Name Service
1. DNS (Domain Name Service)
- memetakan nama domain ke alamat
2. GNS (Global Name Service)
- memetakan global name ke atribut-atribut
- skalabilitas, dapat menangani perubahan
3. X500 directory service
- memetakan nama orang ke dalam alamat suatu e-mail dan nomor telepon
4. Jini discovery service
- mencari objek sesuai dengan atribut yang ada
Jumat, 24 Oktober 2014
Proses Sistem Operasi Terdistribusi
Client Server
Client Server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah
perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi
(software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan
bertindak sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya.
Kelebihan Client Server :
- Lebih aman
- Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral
- Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation
Kekurangan Client Server :
- Membutuhkan administrator yang handal
- Pelaksanannya mahal
- Jika server mati maka komputer clent akan mati juga
Software Agent
Entitas perangkat
lunak yang didedikasikan untuk tujuan tertentu yang memungkinkan user
untuk mendelegasikan tugasnya secara mandiri, selanjutnya software agent
nantinya disebut agent saja. Agent bisa memiliki ide sendiri mengenai
bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu atau agenda tersendiri.
Agent yang tidak berpindah ke host lain disebut stationary agent.
Konsep Dasar Thread Dalam Sistem Operasi
Thread dalam sistem operasi dapat diartikan sebagai sekumpulan perintah (instruksi) yang dapat dilaksanakan (dieksekusi) secara sejajar dengan ulir lainnya, dengan menggunakan cara time slice (ketika satu CPU melakukan perpindahan antara satu ulir ke ulir lainnya) atau multiprocess (ketika ulir-ulir tersebut dilaksanakan oleh CPU yang berbeda dalam satu sistem).
Ulir sebenarnya mirip dengan proses, tapi cara berbagi sumber daya antara proses dengan ulir sangat berbeda. Multiplethread dapat dilaksanakan secara sejajar pada sistem komputer. Secara umum multithreading melakukan time-slicing (sama dengan time-division multipleks), di mana sebuah CPU bekerja pada ulir yang berbeda, di mana suatu kasus ditangani tidak sepenuhnya secara serempak, untuk CPU tunggal pada dasarnya benar-benar melakukan sebuah pekerjaan pada satu waktu.
Thread saling berbagi bagian program, bagian data dan sumber daya sistem operasi dengan thread lain yang mengacu pada proses yang sama. Thread terdiri atas ID thread, program counter, himpunan register, dan stack. Dengan banyak kontrol thread proses dapat melakukan lebih dari satu pekerjaan pada waktu yang sama.
Sistem Operasi Terdistribusi
Sistem operasi
terdistribusi adalah salah satu implementasi dari sistem terdistribusi,
dimana sekumpulan komputer dan prosesor yang heterogen terhubung dalam
satu jaringan.
Dan fungsi sistem operasi komputer secara umum adalah sebagai berikut:
- Sistem Operasi Sebagai Kordinator.
- Sistem Operasi Sebagai Penghubung.
- Sistem Operasi Sebagai Pelindung.
- Sistem Operasi Sebagai Interpretasi (penerjemah).
- Sistem Operasi Sebagai Server (Pelayan).
Komponen sistem operasi terdiri dari
- manajemen proses
- manajemen memori utama
- manajemen berkas
- manajemen sistem I/O
- manajemen penyimpanan sekunder
- sistem proteksi
- jaringan
- Command-Interpreter System
Konsep Dasar Thread Dalam Sistem Operasi
Thread dalam sistem operasi dapat diartikan sebagai sekumpulan perintah (instruksi) yang dapat dilaksanakan (dieksekusi) secara sejajar dengan ulir lainnya, dengan menggunakan cara time slice (ketika satu CPU melakukan perpindahan antara satu ulir ke ulir lainnya) atau multiprocess (ketika ulir-ulir tersebut dilaksanakan oleh CPU yang berbeda dalam satu sistem).
Ulir sebenarnya mirip dengan proses, tapi cara berbagi sumber daya antara proses dengan ulir sangat berbeda. Multiplethread dapat dilaksanakan secara sejajar pada sistem komputer. Secara umum multithreading melakukan time-slicing (sama dengan time-division multipleks), di mana sebuah CPU bekerja pada ulir yang berbeda, di mana suatu kasus ditangani tidak sepenuhnya secara serempak, untuk CPU tunggal pada dasarnya benar-benar melakukan sebuah pekerjaan pada satu waktu.
Thread saling berbagi bagian program, bagian data dan sumber daya sistem operasi dengan thread lain yang mengacu pada proses yang sama. Thread terdiri atas ID thread, program counter, himpunan register, dan stack. Dengan banyak kontrol thread proses dapat melakukan lebih dari satu pekerjaan pada waktu yang sama.
perilaku atau fenomena sosial
fenomena kemiskinan
Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial
ekonomi tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang, tetapi
juga negara-negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris
mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi
industri yang muncul di Eropa. Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal
dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan
upah rendah, sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. Mereka umumnya
tinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya,
seperti prostitusi, kriminalitas, pengangguran. Berikut sedikit penjelasan
mengenai kemiskinan yang sudah menjadi dilema mengglobal yang sangat sulit dicari
cara pemecahan terbaiknya.
Dalam kamus ilmiah populer, kata
“Miskin” mengandung arti tidak berharta (harta yang ada tidak mencukupi
kebutuhan) atau bokek. Adapun kata “fakir” diartikan sebagai orang yang sangat
miskin. Secara Etimologi makna yang terkandung yaitu bahwa kemiskinan sarat
dengan masalah konsumsi. Hal ini bermula sejak masa neo-klasik di mana
kemiskinan hanya dilihat dari interaksi negatif (ketidakseimbangan) antara
pekerja dan upah yang diperoleh.
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka perkembangan arti
definitif dari pada kemiskinan adalah sebuah keniscayaan. Berawal dari sekedar
ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan hingga
pengertian yang lebih luas yang memasukkan komponen-komponen sosial dan moral.
Misal, pendapat yang diutarakan oleh Ali Khomsan bahwa kemiskinan timbul oleh
karena minimnya penyediaan lapangan kerja di berbagai sektor, baik sektor
industri maupun pembangunan. Senada dengan pendapat di atas adalah bahwasanya
kemiskinan ditimbulkan oleh ketidakadilan faktor produksi, atau kemiskinan
adalah ketidakberdayaan masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh
pemerintah sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah dan
tereksploitasi. Arti definitif ini lebih dikenal dengan kemiskinan struktural.
Deskripsi lain, arti definitif
kemiskinan yang mulai bergeser misal pada awal tahun 1990-an definisi
kemiskinan tidak hanya berdasarkan tingkat pendapatan, tapi juga mencakup
ketidakmampuan di bidang kesehatan, pendidikan dan perumahan. Di penghujung
abad 20-an telah muncul arti definitif terbaru, yaitu bahwa kemiskinan juga
mencakup kerentanan, ketidakberdayaan dan ketidakmampuan untuk menyampaikan
aspirasi.
Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami oleh
negara-negara yang sedang berkembang, tetapi juga negara-negara maju, seperti
Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung
tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropa. Pada
masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang
sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah, sehingga kemampuan daya
belinya juga rendah. Mereka umumnya tinggal di permukiman kumuh yang rawan
terhadap penyakit sosial lainnya, seperti prostitusi, kriminalitas,
pengangguran.
Amerika Serikat sebagai negara maju juga
dihadapi masalah kemiskinan, terutama pada masa depresi dan resesi ekonomi
tahun 1930-an. Pada tahun 1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi
daya dan terkaya di dunia. Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan.
Bahkan Amerika Serikat telah banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain.
Namun, di balik keadaan itu tercatat sebanyak 32 juta orang atau seperenam dari
jumlah penduduknya tergolong miskin.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut,
kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin
absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak
cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan,
papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah
hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat
sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau
sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya
sekalipun ada usaha dari pihak lain yang mmembantunya.
Indikator-indikator
Kemiskinan
Untuk menuju solusi kemiskinan penting
bagi kita untuk menelusuri secara detail indikator-indikator kemiskinan
tersebut.
Adapun indikator-indikator kemiskinan sebagaimana di kutip dari Badan Pusat
Statistika, antara lain sebagi berikut:
1. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (sandang, pangan dan
papan).
2. Tidak adanya akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan,
pendidikan, sanitasi, air bersih dan transportasi).
3. Tidak adanya jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk
pendidikan dan keluarga).
4. Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massa.
5. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya sumber daya alam.
6. Kurangnya apresiasi dalam kegiatan sosial masyarakat.
7. Tidak adanya akses dalam lapangan kerja dan mata pencaharian yang
berkesinambungan.
8. Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental.
9. Ketidakmampuan dan ketidaktergantungan sosial (anak-anak terlantar,
wanita korban kekerasan rumah tangga, janda miskin, kelompok marginal dan
terpencil).
Penyebab Kemiskinan
Di bawah ini beberapa penyebab kemiskinan menurut pendapat Karimah
Kuraiyyim. Yang antara lain adalah:
a. Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global.
Yang penting digarisbawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan
per-kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem.
Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan
naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan
per-kapita akan turun beriringan.
Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan
pendapatan per-kapita:
a) Naiknya standar perkembangan suatu daerah.
b) Politik ekonomi yang tidak sehat.
c) Faktor-faktor luar neger, diantaranya:
- Rusaknya syarat-syarat perdagangan
- Beban hutang
- Kurangnya bantuan luar negeri, dan
- Perang
b. Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
Terlihat jelas faktor ini sangat urgen dalam pengaruhnya terhadap
kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas
masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan
kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan maksimal.
c. Biaya kehidupan yang tinggi.
Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat
dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya
kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas. Hal ini bisa
disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli, lemahnya peranan wanita di
depan publik dan banyaknya pengangguran.
d. Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan
keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak langsung mematikan sumber
pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak
negara.
Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia
Bagaimana perkembangan tingkat kemiskinan di Indonesia? Program Pembangunan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan laporan tahunan Pembangunan
manusia (Human Development Report) 2006 yang bertajuk Beyord scarcity; power,
poverty dan the global water. Laporan ini menjadi rujukan perencanaan
pembangunan dan menjadi salah satu Indikator kegagalan atau keberhasilan sebuah
negara menyejahterakan rakyatnya. Selama satu dekade ini Indonesia berada pada
Tier Medium Human Development peringkat ke 110, terburuk di Asia Tenggara
setelah Kamboja.
Jumlah kemiskinan dan persentase penduduk miskin selalu berfluktuasi dari
tahun ke tahun, meskipun ada kecenderungan menurun pada salah satu periode
(2000-2005). Pada periode 1996-1999 penduduk miskin meningkat sebesar 13,96
juta, yaitu dari 34,01 juta(17,47%) menjadi 47,97 juta (23,43%) pada tahun
1999. Kembali cerah ketika periode 1999-2002, penduduk miskin menurun 9,57 juta
yaitu dari 47,97 (23,43%) menurun menjadi 38,48 juta (18,20%). Keadaan ini
terulang ketika periode berikutnya (2002-2005) yaitu penurunan penduduk miskin
hingga 35,10 juta pada tahun 2005 dengan presentasi menurun dari 18,20% menjadi
15,97 %. Sedangkan pada tahun 2006 penduduk miskin bertambah dari 35,10 juta
(15,97%) menjadi 39,05 juta (17,75%) berarti penduduk miskin meningkat sebesar
3,95 juta (1,78%).
Adapun laporan terakhir, Badan Pusat Statistika ( BPS ) yang telah
melaksanakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) pada bulan Maret 2007
angka resmi jumlah masyarakat miskin adalah 39,1 juta orang dengan kisaran
konsumsi kalori 2100 kilo kalori (kkal) atau garis kemiskinan ketika pendapatan
kurang dari Rp 152.847 per-kapita per bulan.
Kebijakan dan Program
Penuntasan Kemiskinan
Upaya penanggulangan kemiskinan Indonesia telah dilakukan dan menempatkan
penanggulangan kemiskinan sebagai prioritas utama kebijakan pembangunan
nasional. Kebijakan kemiskinan merupakan prioritas Rencana Pembangunan Jangka
Menengah (RPJM) 2004-2009 dan dijabarkan lebih rinci dalam Rencana Kerja
Pemerintah (RKP) setiap tahun serta digunakan sebagai acuan bagi kementrian,
lembaga dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan tahunan.
Sebagai wujud gerakan bersama dalam mengatasi kemiskinan dan mencapai
Tujuan pembangunan Milenium, Strategi Nasional Pembangunan Kemiskinan (SPNK)
telah disusun melalui proses partisipatif dengan melibatkan seluruh
stakeholders pembangunan di Indonesia. Selain itu, sekitar 60 % pemerintah
kabupaten/ kota telah membentuk Komite penanggulangan Kemiskinan Daerah (KPKD)
dan menyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) sebagai dasar
arus utama penanggulangan kemiskinan di daerah dan mendorong gerakan sosial
dalam mengatasi kemiskinan.
Adapun langkah jangka
pendek yang diprioritaskan antara lain sebagai berikut:
a) Mengurangi kesenjangan antar daerah dengan; (i) penyediaan sarana-sarana
irigasi, air bersih dan sanitasi dasar terutama daerah-daerah langka sumber air
bersih. (ii) pembangunan jalan, jembatan, dan dermaga daerah-daerah tertinggal.
(iii) redistribusi sumber dana kepada daerah-daerah yang memiliki pendapatan
rendah dengan instrumen Dana Alokasi Khusus (DAK) .
b) Perluasan kesempatan kerja dan berusaha dilakukan melalui bantuan dana
stimulan untuk modal usaha, pelatihan keterampilan kerja dan meningkatkan
investasi dan revitalisasi industri.
c) Khusus untuk pemenuhan sarana hak dasar penduduk miskin diberikan
pelayanan antara lain (i) pendidikan gratis sebagai penuntasan program belajar
9 tahun termasuk tunjangan bagi murid yang kurang mampu (ii) jaminan
pemeliharaan kesehatan gratis bagi penduduk miskin di puskesmas dan rumah sakit
kelas tiga.
Di bawah ini merupakan contoh dari upaya mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Contoh dari upaya kemiskinan adalah di propinsi Jawa Barat tepatnya di
Bandung dengan diadakannya Bandung Peduli yang dibentuk pada tanggal 23 – 25
Februari 1998. Bandung Peduli adalah gerakan kemanusiaan yang memfokuskan
kegiatannya pada upaya menolong orang kelaparan, dan mengentaskan orang-orang
yang berada di bawah garis kemiskinan. Dalam melakukan kegiatan, Bandung Peduli
berpegang teguh pada wawasan kemanusiaan, tanpa mengindahkan perbedaan suku,
ras, agama, kepercayaan, ataupun haluan politik.
Oleh karena sumbangan dari para dermawan tidak terlalu besar bila
dibandingkan dengan permasalahan kelaparan dan kemiskinan yang dihadapi, maka
Bandung Peduli melakukan targetting dengan sasaran bahwa orang yang dibantu
tinggal di Kabupaten/ Kotamadya Bandung, dan mereka yang tergolong fakir.
Golongan fakir yang dimaksud adalah orang yang miskin sekali dan paling miskin
bila diukur dengan “Ekuivalen Nilai Tukar Beras”.
sumber: http://books.google.co.id
http://ebookbrowse.com
http://content.yudu.com
http://ebookbrowse.com
http://content.yudu.com
Jumat, 17 Oktober 2014
SISTEM TERDISTRIBUSI
SISTEM TERDISTRIBUSI
1. Jelaskan mengenai skema dari Gambar dan Komunikasi Jaringan dari beberapa komponen berikut:-Protokol
-Susunan Protokol
-Fungsi Protokol
Jawab:
1. Skema jaringan protokol TCP/IP Komputer
TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI ada. Namun demikian lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI. Protokol TCP/IP hanya dibuat atas lima lapisan saja: physical, data link, network, transport dan application. Hanya lapisan aplikasi pada TCP/IP mencakupi tiga lapisan OSI teratas, sebagaimana dapat dilihat pada Gambar berikut. Khusus layer keempat, Protokol TCP/IP mendefinisikan 2 buah protokol yakni Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol Protocol (UDP). Sementara itu pada lapisan ketiga, TCP/IP mendefiniskan sebagai Internetworking Protocol (IP), namun ada beberapa protokol lain yang mendukung pergerakan data pada lapisan ini.
Dimana terdiri dari:
-Application : sebagai software atau aplikasi utama dalam menjalankannya
-Presentation : sebagai sub viewer untuk menampilkan hasil.
-Session : waktu yang sudah digunakan dan terakhir digunakan bahwa terdapat banyak proses dalam sistem yang banyak dikelola
-Transport: alur perpindahan data dan interaksi sistem akan didistribusikan.
-Data LINK : alamat dari data-data yang sudah diinputkan
-Physical : faktor tubuh dimana bantara OSI dan TCP/IP harus terintegrasi dengan baik.
-Susunan Protokol:
1. Application layer
Lapis
application layer bertanggung jawab memberikan layanan-layanan aplikasi
bagi para pemakai akhir (end users), misal aplikasi FTP dan SMTP
(e-mail).
2. Presentation layer
Lapis presentation layer bertanggung jawab memberikan 2 macam layanan, yaitu:
Translasi
Translasi
diperlukan karena sistem pengkodean pada setiap komputer para pemakai
bersifat spesifik (berbeda-beda) sehingga perlu translasi menjadi kode
dalam standar Internasional.
Proses enkripsi dan kompresi data
Lapis
presentation layer juga bertanggung jawab terhadap enkripsi dan
kompresi data, meskipun juga akan ditangani oleh lapis lainnya.
3. Session layer
Lapis session layer bertanggung jawab memberikan 2 macam layanan, yaitu:
Mengelola
proses komunikasi dua arah, misal “sessions” komunikasi. Sebagai
contoh: ketika seseorang mengambil uang dari mesin ATM, berarti orang
tersebut telah berpartisipasi dalam sebuah “session”.
Memberikan layanan sinkronisasi.
4. Transport Layer
Setiap
data/informasi yang dikirim melalui media komunikasi dalam jaringan
akan diubah ke dalam bentuk unit-unit yang dapat dikelola yang disebut
sebagai paket (packet). Lapis protokol transport layer bertanggung jawab
untuk membuat paket-paket tersebut yang memuat data, alamat, urutan,
serta mekanisme kontrol kesalahan (error control) terhadap
data-data/informasi yang dikomunikasikan.
5. Network layer
Lapis network layer bertanggung jawab terhadap pengiriman paket-paket (pada lapis yang lebih rendah) dalam dua hal, yaitu:
menambahkan alamat jaringan dan informasi lainnya kedalam paket yang dikirmkan,
membuat keputusan rute yang harus dilalui oleh paket yang ditransmisikan melewati banyak jaringan.
6. Data link layer
Lapis data link layer bertanggung jawab dalam 2 hal, yaitu:
memberikan petunjuk kepada paket dalam melewati link dalam jaringan,
memberika “frame” pada paket yang dikirimkan, yaitu dengan menambahkan alamat fisik tujuan ke dalam paket.
7. Physical layer
Lapis
physical layer bertanggung jawab melakukan translasi secara fisik dari
informasi yang terkandung di dalam paket menjadi jalur sinyal secara
aktual, sebagai contoh, bit 0 dan 1 dapat berarti tegangan
positif/negatif atau tegangan rendah/tinggi. Lapis ini tidak menambahkan
informasi apapun ke dalam paket yang diperoleh dari lapis di atasnya.
Secara
lebih jelas, gambar 1 menampilkan lapis layanan dalam struktur protokol
model OSI/ISO. Sedangkan gambar 2 menampilkan lapis protokol dan
lingkungannya dalam struktur protokol model OSI.
-Fungsi Protokol:
1. Fragmentasi dan reassembly
Fragmentasi
adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data.
Proses ini terjadi di sisi pengirim informasi. Reassembly adalah proses
menggabungkan lagi paket-paket tersebut menjadi satu paket lengkap.
Proses ini terjadi di sisi penerima informasi.
2. Encapsulation
Fungsi dari encapsulation adalah melengkapi berita yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi, dan lain-lain.
3. Connection Control
Fungsi
dari Connection Control adalah membangun hubungan komunikasi dari
transmitter ke receiver termasuk dalam pengiriman data dan mengakhiri
hubungan.
4. Flow Control
Flow Control berfungsi mengatur perjalanan data dari transmitter ke receiver.
5.Error Control
Pengiriman
data tidak terlepas dari kesalahan, baik dalam proses pengiriman maupun
penerimaan. Fungsi error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan
yang terjadi pada waktu data dikirimkan.
6. Transmission Service
Fungsi
transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya
uang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan data.
Jumat, 10 Oktober 2014
Sistem Terdistribusi
A. Pengertian Sistem
Sistem merupakan kumpulan dari subsistem atau komponen atau elemen
yang mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mencapai suatu sasaran atau
tujuan yang diinginkan. Subsistem atau komponen atau elemen adalah bagian dari
suatu sistem yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara satu bagian
dengan bagian yang lain dalam sistem tersebut. Secara sederhana sistem
merupakan suatu jaringan yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan
yang telah ditentukan sebelumnya.
sebuah sistem terdiri dari input dan output dimana input tersebut memberi masukan kedalam suatu sistem
kemudian oleh sistem tersebut input diubah menjadi output yang berguna dan
bernilai bagi aktor.
B. Pengertian Distribusi
Distribusi artinya proses yang menunjukkan penyaluran barang dari produsen sampai ke tangan masyarakat konsumen. Produsen artinya orang yang melakukan kegiatan produksi. Konsumen artinya orang yang menggunakan atau memakai barang/jasa dan orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani kegiatan produksi dan konsumsi. Berkat distribusi barang dan jasa dapat sampai ke tangan konsumen. Dengan demikian kegunaan dari barang dan jasa akan lebih meningkat setelah dapat dikonsumsi.
Dari apa yang baru saja diuraikan, tampaklah bahwa distribusi turut serta meningkatkan kegunaan menurut tempatnya (place utility) dan menurut waktunya (time utility).
C.Definisi Sistem Terdistribusi
sebuah sistem dimana komponen hardware atau software-nya terletak dalam suatu jaringan komputer dan saling berkomunikasi dan berkoordinasi mengunakan message pasing.
sebuah sistem yang terdiri dari kumpulan dua atau lebih komputer dan memiliki koordinasi proses melalui pertukaran pesan synchronous atau asynchronous.
kumpulan komputer independent yang tampak oleh user sebagai satu sistem komputer
kumpulan komputer autonom yang dihubungkan oleh jaringan dengan software yang dirancang untuk menghasilkan fasilitas komputasi terintegrasi
dapat terlihat dari bebarapa pengertian diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa sistem terdistribusi adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komponen software atau hardware yang independent yang berkomunikasi dan berkoordinasi melalui message parsing baek sinkron maupun asinkron yang telihat satu kesatuan dan dirancang untuk menghasilkan fasilitas komputasi terintegrasi.
D.Contoh Sistem Terdistribusi
contoh dari sistem terdistribusi yaitu :
1. Intranet
● Jaringan yang teradministrasi secara lokal ● Biasanya proprietary
● Terhubung ke internet (melalui firewall)
● Menyediakan layanan internal dan eksternal
A. Pengertian Sistem
Sistem merupakan kumpulan dari subsistem atau komponen atau elemen
yang mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mencapai suatu sasaran atau
tujuan yang diinginkan. Subsistem atau komponen atau elemen adalah bagian dari
suatu sistem yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara satu bagian
dengan bagian yang lain dalam sistem tersebut. Secara sederhana sistem
merupakan suatu jaringan yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan
yang telah ditentukan sebelumnya.
sebuah sistem terdiri dari input dan output dimana input tersebut memberi masukan kedalam suatu sistem
kemudian oleh sistem tersebut input diubah menjadi output yang berguna dan
bernilai bagi aktor.
B. Pengertian Distribusi
Distribusi artinya proses yang menunjukkan penyaluran barang dari produsen sampai ke tangan masyarakat konsumen. Produsen artinya orang yang melakukan kegiatan produksi. Konsumen artinya orang yang menggunakan atau memakai barang/jasa dan orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani kegiatan produksi dan konsumsi. Berkat distribusi barang dan jasa dapat sampai ke tangan konsumen. Dengan demikian kegunaan dari barang dan jasa akan lebih meningkat setelah dapat dikonsumsi.
Dari apa yang baru saja diuraikan, tampaklah bahwa distribusi turut serta meningkatkan kegunaan menurut tempatnya (place utility) dan menurut waktunya (time utility).
C.Definisi Sistem Terdistribusi
sebuah sistem dimana komponen hardware atau software-nya terletak dalam suatu jaringan komputer dan saling berkomunikasi dan berkoordinasi mengunakan message pasing.
sebuah sistem yang terdiri dari kumpulan dua atau lebih komputer dan memiliki koordinasi proses melalui pertukaran pesan synchronous atau asynchronous.
kumpulan komputer independent yang tampak oleh user sebagai satu sistem komputer
kumpulan komputer autonom yang dihubungkan oleh jaringan dengan software yang dirancang untuk menghasilkan fasilitas komputasi terintegrasi
dapat terlihat dari bebarapa pengertian diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa sistem terdistribusi adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komponen software atau hardware yang independent yang berkomunikasi dan berkoordinasi melalui message parsing baek sinkron maupun asinkron yang telihat satu kesatuan dan dirancang untuk menghasilkan fasilitas komputasi terintegrasi.
D.Contoh Sistem Terdistribusi
contoh dari sistem terdistribusi yaitu :
1. Intranet
● Jaringan yang teradministrasi secara lokal ● Biasanya proprietary
● Terhubung ke internet (melalui firewall)
● Menyediakan layanan internal dan eksternal
Langganan:
Postingan (Atom)



